Beristirahatlah dengan tenang, Shebby (Diperbarui)
Sport

Beristirahatlah dengan tenang, Shebby (Diperbarui)

KUALA LUMPUR: Mantan pemain sepak bola nasional Serbegeth Singh (pix), yang meninggal pada hari Rabu, dikremasi menurut tradisi dan adat Punjabi di Shamshan Bhoomi Wake Hall di Jalan Loke Yew, di sini, hari ini.

Jenazahnya dibawa dari Nirvana Memorial Center di Taman Nesa Skudai, Johor, pada pukul 07.20 dan tiba di krematorium pada pukul 11.30.

Kesuraman menyelimuti krematorium dan anggota keluarga serta teman-teman yang berkumpul di sana tidak dapat menahan air mata mereka ketika upacara pemakaman dilakukan menurut adat dan tradisi Punjabi.

Sebelumnya, mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Serbegeth, yang lebih dikenal sebagai Shebby Singh dan yang merupakan pilar pertahanan Kuala Lumpur dan tim sepak bola nasional di tahun 80-an.

Selain istrinya, Harbans Kaur, yang juga mantan sprinter nasional, serta putrinya Natassha Kaur dan putranya Sonuljit Singh, juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Datuk Seri Ahmad Faizal Azumu dan Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin.

Turut hadir mantan rekan setim dan koleganya, yakni legenda sepak bola nasional Datuk Santhokh Singh, mantan pelatih Harimau Malaya Dollah Salleh, pelatih Melaka United FC Zainal Abidin Hassan dan mantan pemain Kuala Lumpur T. Gopinath Naidu.

Sementara itu, Ahmad Faizal saat ditemui wartawan mengatakan, meninggalnya Shebby tidak hanya disesalkan oleh para penggemar sepak bola generasi sebelumnya, tetapi juga oleh para pendukungnya saat ini, yang jelas akan kehilangan pandangan dan kritikannya terhadap olahraga nomor satu tanah air itu.

“Saya mengunjungi keluarganya dan saya bersyukur mereka tetap kuat. Saya yakin mereka bangga dengan prestasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal menggambarkan Shebby yang merupakan rekan satu timnya saat mewakili Pahang pada 1991 dan 1992 serta Harimau Malaya, sebagai sosok yang berjiwa besar dan sangat berdedikasi pada permainan.

“Saya terkejut mendengar kematiannya karena dia adalah orang yang sangat aktif. Kami juga sering bertukar pandangan tentang cara mengembangkan game setiap kali kami berhubungan, ”katanya.

Gopinath, yang pernah bermain dengan Shebby di Kuala Lumpur pada 1993 dan 1994, menggambarkannya sebagai “universitas sepak bola” karena pengetahuannya yang luas tentang olahraga, menambahkan bahwa dia bangga telah mengenal Shebby, yang juga berbagi banyak tips. yang membantunya berkembang sebagai pemain saat itu.

Pada Rabu, Kapolres Iskandar Puteri Dzulkhairi Mukhtar, saat dihubungi, membenarkan bahwa Shebby meninggal saat bersepeda di Sunway di Iskandar Puteri sekitar pukul 19.30.

Shebby mengenakan warna nasional 1982-1991, tampil di tiga Asian Games – 1982 (Delhi), 1986 (Seoul) dan 1990 (Beijing) – selain memenangkan medali emas SEA Games di edisi 1989 di Kuala Lumpur.

Ia juga merupakan salah satu generasi emas Kuala Lumpur, membantu mereka memenangkan hat-trick gelar Piala Malaysia dari 1987 hingga 1989, selain juga tampil untuk tim negara bagian Negeri Sembilan dan Perak di tahun 90-an.

Setelah menyebutnya sehari sebagai pemain, ia membuat nama untuk dirinya sendiri sebagai kepribadian televisi dari tahun 1997, menjadi pundit sepak bola, termasuk di Astro SuperSport, FoxSports dan ESPN Asia.

Dia juga menjabat sebagai penasihat global klub Liga Utama Inggris Blackburn Rovers pada 2012-2013 dan penasihat teknis untuk Johor Darul Ta’zim (JDT). -Bernama

Posted By : tgl hk