Menanamkan semangat ‘Keluarga Malaysia’ untuk membantu orang – Mohd Zuki
Local

Menanamkan semangat ‘Keluarga Malaysia’ untuk membantu orang – Mohd Zuki

PUTRAJAYA: PNS harus menyerap aspirasi ‘Keluarga Malaysia’ dalam melaksanakan program-program yang direncanakan oleh pemerintah sehingga kepentingan dan masalah masyarakat dapat diperhatikan seperti merawat keluarga, kata Ketua Sekretaris Pemerintah, Tan Sri Mohd Zuki Ali (pix).

Pada sesi webinar ‘Keluarga Malaysia Aspirasi’ yang diselenggarakan oleh National Institute of Public Administration (INTAN) hari ini, ia mengatakan pandemi Covid-19 telah berdampak buruk bagi banyak orang termasuk anak-anak yang menjadi yatim piatu, selain ibu tunggal, orang cacat dan pengungsi.

Dalam hal ini, dia mengatakan peran pegawai negeri perlu ditingkatkan dengan integritas penuh dan kepercayaan sehingga semua yang terkena dampak dapat mengambil manfaat dari berbagai paket dan inisiatif stimulus ekonomi pemerintah senilai total RM530 miliar.

Mohd Zuki mengatakan, konsep ‘Keluarga Malaysia’ yang diperkenalkan Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob bukan sekadar retorika atau slogan politik.

“Ini adalah semangat yang ditanamkan ke dalam administrasi negara dengan harapan bahwa kepentingan dan kesejahteraan semua orang Malaysia terlepas dari ras, agama, dan ideologi politik diperhatikan seperti dalam keluarga besar,” tambahnya.

Ia mengatakan, ranah Keluarga Malaysia bertumpu pada tiga nilai, yakni inklusif, kebersamaan, dan syukur.

Dia menyatakan bahwa perdana menteri telah memperkenalkan berbagai inisiatif di bawah lingkup ‘Keluarga Malaysia’ termasuk Rumah IKRAM Keluarga Malaysia, Pasukan Keluarga Malaysia, Paket Perangkat Keluarga Malaysia dan Paket Perawatan Keluarga Malaysia Covid-19.

“Perdana menteri juga telah mengarahkan agar setiap kementerian mempercepat implementasi setidaknya tiga program dan inisiatif dengan tujuan mengurangi dampak pandemi pada rakyat sebagai indeks kinerja utama 100 hari pertama pemerintahan baru.

‘Dalam memantau pelaksanaan berbagai program dan inisiatif yang direncanakan di bawah lingkup ‘Keluarga Malaysia’, Key Happiness Outcome (KHO) telah diperkenalkan untuk melengkapi KPI, sementara tanggung jawab besar telah diletakkan di pundak kita semua PNS terhadap akhir ini,” tambahnya.

Mohd Zuki juga mengatakan bahwa melalui prinsip CEPAT, PNS perlu menyingkirkan mentalitas egois dan sebaliknya, bekerja sama dalam suatu organisasi, tidak menunda aplikasi tanpa alasan yang sah, dan memanfaatkan teknologi digital dalam memberikan layanan.

Prinsip-prinsip LEBIH CEPAT mengacu pada datar, gesit, ramping, berteknologi, efisien dan tangguh. — Bernama

Posted By : togel hari ini hongkong yang keluar 2021