Menteri M’sia, Indonesia, Filipina akan bertemu pada 27 Januari
Local

Menteri M’sia, Indonesia, Filipina akan bertemu pada 27 Januari

TAWAU: Menteri Pertahanan dari tiga negara, yaitu Malaysia, Indonesia dan Filipina, akan bertemu pada 27 Januari untuk membahas upaya memperkuat Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) untuk meningkatkan keamanan di Laut Sulu, Sulawesi dan pantai timur Sabah.

Menteri Pertahanan Senior Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein (pix) mengatakan dia sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk memperkuat kerja sama angkatan bersenjata negara-negara melalui TCA, kepada rekan-rekannya di Indonesia dan Filipina.

“Mereka telah menyatakan kesepakatan dan dalam hal ini, pertemuan di tingkat Menteri Pertahanan yang melibatkan Malaysia, Indonesia dan Filipina akan diadakan pada 27 Januari untuk membicarakan hal ini.

“Menteri Sabah (Datuk Hajiji Noor) juga telah menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan keamanan dalam pertemuan kami kemarin, dan ini akan saya sampaikan dalam pertemuan dengan Menhan Filipina dan Indonesia nanti,” katanya dalam konferensi pers usai mengunjungi Kamp Kukusan, di sini hari ini.

Dia mengatakan untuk meningkatkan keamanan di pantai timur Sabah, sebuah kamp militer baru senilai RM646,15 juta akan dibangun di Felda Sahabat, Lahad Datu dan pekerjaan konstruksi akan dimulai tahun ini.

“Pembangunan kamp itu akan melihat pembentukan brigade baru dengan pasukan batalyon infanteri dalam upaya untuk lebih meningkatkan kemampuan dan tingkat kesiapan tentara dalam menghadapi ancaman saat ini,” katanya.

Sementara itu, Hishammuddin mengatakan sepanjang tahun lalu, operasi pengamanan di sepanjang pantai timur Sabah berjalan lancar dan mampu menghadapi ancaman seperti penculikan untuk tebusan, pembajakan, penyelundupan, masuknya imigran gelap dan militan.

“Tahun lalu, dengan kerjasama polisi dan Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) kami berhasil menyita obat-obatan senilai RM3,34 juta, rokok selundupan dan barang-barang yang dikendalikan (RM1,38 juta), menahan 154 imigran gelap dan menyita 393 kapal. dan tidak ada laporan baru penculikan di pantai timur Sabah,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan saat ini delapan batalyon menjaga keamanan pantai timur Sabah di mana empat batalyon beroperasi dan empat lainnya bersiaga untuk menghadapi kemungkinan ancaman.

“Di bawah Royal Malaysian Navy (RMN) kami telah mengerahkan 2.419 perwira dan anggota di pangkalan angkatan laut Teluk Sepanggar dan KD Sri Semporna, selain memiliki aset siaga termasuk empat unit kapal patroli, dua unit kapal serang cepat dan dua kapal selam untuk melindungi kedaulatan. perairan Sabah.

Sedangkan untuk Royal Malaysian Air Force (RMAF), sebanyak 1.283 perwira dan anggotanya bermarkas di Labuan dan selalu siap diterjunkan bersama sembilan unit pesawat tempur Hawk, empat unit helikopter EC 725 dan satu unit C130,” ujarnya. dikatakan.

Dia mengatakan meskipun saat ini ada lebih dari 8.000 anggota Angkatan Bersenjata Malaysia yang ditugaskan setiap saat di negara bagian itu, tidak ada alasan untuk berpuas diri karena masih banyak yang harus dilakukan untuk keselamatan Sabah dan rakyatnya.

-Bernama

Posted By : togel hari ini hongkong yang keluar 2021